Now you can Subscribe using RSS

Submit your Email

Rabu, 17 Agustus 2016

Kisah Nyata Dia Pergi Setelah Mengandung Anak Dariku

Unknown

Kekasihku Pergi Setelah Mengandung Anak Dariku

                                                              Gambar Ilustrasi 

Kekasihku Pergi Setelah Mengandung Anak Dariku

" Saya tak kuasa menahan rasa sedih, sebelumnya setelah terasa bahagia lantaran kekasihku hamil denganku. Namun kemudian Dia malah berupaya meninggalkanku. Serta Saat ini Dia betul-betul sudah menghilang dari hidupku.... "  

kekasihku pergi sesudah hamil anakkuAku yaitu Pria yang mungkin saja dapat disebutkan nakal. Namun pada intinya Saya juga Manusia umum yang masihlah mempunyai perasaan, serta pastinya Saya juga masihlah miliki kasih sayang. Terlebih pada Orang yang betul-betul Saya berharap dapat bangun hari esok denganku. Saya miliki cerita yang cukup memilukan, hal semacam ini berawal saat Saya kenal seseorang Wanita. Waktu itu Dia dalam kondisi yang menyedihkan. Lantaran satu permasalahan, Dia mesti berkelahi dengan keluarga serta pada akhirnya pihak Keluarganya tak dapat terima Dia masuk dalam kehidupan terlebih dulu. 

Dalam keadaan terombang ambing, mungkin saja Saya dapat terasa jadi pahlawan. Saya ada dalam kehidupannya serta tempati posisi sebagai kekasihnya. Untuk waktu itu, Saya sudah jadi sandaran untuk Dia. Lantaran usaha Kami berdua, selanjutnya Saya sukses di terima serta dekat dengan Keluarganya. Saya telah terasa suka dengan hal semacam itu, angan-angan hari esok dapat terlintas dalam fikiran. 

Sembari jalan, Dia dengan cara pribadi memohon supaya Dia dapat mengandung anak dariku. Lantaran aksi cinta seperti itu telah jadi hal umum, pasti itu dapat Saya mewujudkan. Saya terasa suka dengan hal semacam ini, lantaran peluang Dia jadi punya Saya begitu besar. Walau demikian, sesudah Dia hamil tua, sikap Dia mulai beralih. Dia perlahan-lahan mulai mengabaikanku serta sesudah ini, Dia malah meninggalkanku dengan mengakhiri jalinan ini. 

Saya tak kuasa menahan rasa sedih, sebelumnya setelah terasa bahagia lantaran kekasihku hamil denganku. Namun kemudian Dia malah berupaya meninggalkanku. Serta Saat ini Dia betul-betul sudah menghilang dari hidupku. Bayangan kebahagiaan dapat hidup berbarengan Dia, hilanglah telah. Saya betul-betul kecewa. 

Dalam hatiku, bukanlah permasalahan bila Dia selanjutnya tak dapat jadi milikku. Untuk Saya yang utama bila anak yang Dia kandung lahir, Saya dapat bertanggungjawab sebagai seseorang bapak, itu mesti berlangsung walau Saya tak dapat bertanggungjawab sebagai seseorang Suami. 

Cuma itu, lantaran tak ada harapan lagi untuk dapat berbarengan Dia. Semua usaha, telah Saya kerjakan sesuai sama kekuatan. Walau demikian Dia tetap harus tak dapat buka pintu hatinya untukku. Kecewa, itu tentu. Bahkan juga masihlah ada pertanyaan dalam hati, argumen apa yang membuatnya demikian kuat untuk mengakhiri jalinan ini walau Dia telah dalam kondisi mengandung anak dari benih yang Saya tanam. 

Beberapa hal yang terpikirkan olehku, apakah Dia telah ada yang lain, apakah Keluarganya yang melarang (baik didepan namun dibelakang tak sukai), atau mungkin saja Dia cuma menuntut Saya untuk beralih jadi seperti yang Dia kehendaki otomatis. Entahlah, cuma Dia atau Mereka serta Tuhan yang tahu, Saya cuma dapat mengharapkan mudah-mudahan Saya dapat memperoleh kebahagiaan lewat cara apa pun seperti yang telah Tuhan tetapkan untuk hidupku. Amin.

Kisah Nyata Percintaan Yang Terlarang Antara Om Dan Keponakan

Unknown

Percintaan Yang Terlarang Antara Om Dan Keponakan

                                                                  Gambar Ilustrasi

Percintaan Yang Terlarang Antara Om Dan Keponakan

Cerita ini betul-betul dihadapi Oleh Seorang teman Sebut saja namanya Ida, Ida adalah Wanita dari Kota A serta miliki Paman (adik kandung Orang Tua Ida) tinggal di Kota B walau demikian mempunyai usaha di Kota salatiga. Ida dapat tinggal di Salatiga lantaran meniti pendidikan di Kota itu. Sesaat Paman Ida, cuma satu minggu sekali berkunjung ke Kota Salatiga untuk kepentingan usaha sekalian menjenguk Ida. 

Bermula dari perjumpaan lewat rekan ida sampai pada akhirnya dekat dengan penulis madjongke. com, Ida banyak menceritakan mengenai kehidupan pribadinya. Supaya lebih gampang, tersebut pernyataan Ida pada penulis madjongke yang telah Saya susun lagi sedemikian rupa untuk pembaca terkasih. 

Cinta terlarang dengan Om sendiri 

Tak punya maksud sombong namun Saya adalah Wanita yang dapat disebutkan cantik. Sangat banyak Cowok yang berupaya untuk memperoleh diriku. Nyaris tiap-tiap Saya pergi, banyak yang berupaya mengetahui bahkan juga berupaya dekat dengan diriku. Madjongke sendiri juga mengaku itu bila Saya ini termasuk juga wanita yang cantik. Bahkan juga seringkali waktu makan di Tempat umum, ada saja Orang yang basa basi mengulas suatu hal serta selanjutnya tanpa ada disangka membayar makanan yang semula Saya pesan. 

Awal narasi, mulai sejak kecil Saya tidak sering berjumpa dengan Om Saya yang sekarang ini merajut cinta terlarang denganku. Sesudah Saya jadi ABG, Om Saya kerap datang ke Tempat tinggal bahkan juga mengajak Saya berjalan-jalan. Banyak Hal yang dia berikanlah untuk Saya. Hal yg tidak Saya sangka terlebih dulu Om berikanlah sebagai surprise. Bahkan juga sesekali Saya memohon suatu hal senantiasa dikabulkan. Sebagai ABG yang masihlah labil, sudah pasti Saya terasa begitu suka. Dibelikan pakaian, berjalan-jalan dengan mobil elegan, serta ada banyak lagi materi yang Saya peroleh dari Dia. 

Orang Tua Saya sendiri sudah pasti akan tidak memikirkan jelek lantaran Saya keponakan yang masihlah mempunyai jalinan darah dengan Om Saya itu. Bahkan juga Tanteku (Istri Om), tak menyimpan rasa berprasangka buruk sedikitpun. Fikirku, mungkin saja ini berlangsung lantaran pada intinya Om saya tak pelit serta sukai sharing dengan siapa saja. Makin punya kebiasaan dengan kemewahan yang didapatkan Om, Saya tak dapat banyak berbuat untuk membalasnya. Cuma perkataan terima kasih serta senantiasa melindungi perasaan Om dari rasa kecewa. Sampai ketika ada peluang, Om bertindak yang begitu tak layak Saya terima. Om bertindak cinta yang semestinya dikerjakannya pada tanteku, istri Om. Sesungguhnya Saya terasa risih serta pernah menampik. Namun lantaran telah terasa hutang budi atau rasa tak enak dengan Om, pada akhirnya Saya menurut saja dengan apa yang telah dikerjakannya. 

Mulai sejak waktu itu Saya tahu bila apa yang dikerjakan Om sampai kini mempunyai maksud itu. Sampai lalu hal semacam itu berkepanjangan serta jadi rutinitas. Tak ada rasa canggung lagi di antara Kami. Saya tahu ini begitu salah, namun jujur lama-lama Saya juga menikmatinya. Bertahun-tahun melakukan cinta terlarang dengan Om sendiri, Saya juga miliki pacar sampai berulang-kali. 

Umumnya tak kerasan lantaran mereka Saya nomer duakan, sesaat Om yaitu yang paling utama. Argumen yang Saya gunakan simpel, " Dia om Saya, Orang Tua Saya memercayakan Saya kepadanya ". Serta waktu Saya menginginkan meneruskan pendidikan, Om Saya merekomendasikan pilih Kota salatiga saja. Pacar Saya waktu itu sudah pasti tak sepakat namun ingin bagaimana lagi mesti itu yang Saya kerjakan untuk mengasyikkan hati Om. 

Mulai sejak waktu itu pacar Saya jadi cuek, walau sebenarnya Saya begitu mencintainya. Dia tak akan berlaku mesra. Bahkan juga waktu ada peluang berjumpa serta pergi berdua, bergandengan tanganpun Dia tak Ingin. Jujur Saya begitu menyukai pacar Saya, Dia dapat bikin Saya begitu jatuh cinta lantaran 1 hal. Dia dapat menjagaku, tak pernah meskipun menyentuh Saya. Serta kelihatannya, Dia berupaya meninggalkan Saya. Saya mesti siap walau sakit lantaran Saya juga sadar tak layak untuk memperoleh cinta darinya. 

Jujur sampai sekarang ini saya bingung, hingga kapan Saya bakal terlilit cinta terlarang dengan Om sendiri. Saya menginginkan terlepas namun tak tahu mengapa Saya belum dapat. Yang Saya dapat kerjakan sekarang ini cuma belajar serius serta mengharapkan satu waktu dapat berhasil dengan usaha sendiri. Dengan itu mungkin saja Saya dapat terlepas serta mengawali hidup normal seperti beberapa rekanku yang lain. Atau sekurang-kurangnya, ada Cowok yang ingin terima Saya apa yang ada serta jadikan Saya sebagai istrinya. Mengajak Saya tinggal berbarengan serta menghindari Saya dari jangkauan Om yang sampai kini merajut cinta terlarang denganku. 

Begitu, Saya dapat hidup tenang tidak ada Om yang membayangi kehidupan cinta Saya. Walau Om tak dapat hilang dari hidup Saya, namun sekurang-kurangnya ada Orang yang melindungi Saya waktu Kami semuanya mesti ikut serta dalam soal keluarga. Saya salah, jelek, banyak juga dosa. Namun Saya juga manusia yang menginginkan kebahagiaan serta menginginkan juga mengubah kondisi jadi tambah baik serta lebih lurus dari mulanya.

Kisah Nyata Seorang Wanita PSK Jatuh Hati Pada Pelangganya

Unknown

Seorang Wanita PSK Jatuh Hati Pada Pelangganya

                                                            Gambar Kisah Nyata

Seorang Wanita PSK Jatuh Hati Pada Pelangganya

Cerita Cinta Seseorang pelacur yg jatuh cinta pada pelanggannya. itu cerita Klise. Namun kisahku ini mungkin saja sedikit tidak sama dari yang lain. Saya bukanlah pelacur umum, namun pelacur 'baik-baik' yang tidak butuh gincu tidak tipis atau baju seksi untuk menarik lawan macamnya. Saya cuma perlu kata menurut, itu saja. 
Awalannya, kurang lebih enam th. silam, saya melacur dengan cara 'legal', Berarti " sah " dengan cara agama di mata Tuhan, serta pelangganku, saya yaitu orang 'baik-baik' juga. Ada yang menikahiku cuma untuk semalam, ada yang cuma tiga bln., serta saat ini jadi kupasrahkan tubuh sepenuhnya tanpa ada ikatan. 

Saya sendiri tidak tahu, bagaimana dapat terjerat dalam kehidupan aneh yang menjijikkan itu. Serta saya susah, bahkan juga rasa-rasanya tidak menginginkan menghindar. Kettika guru spiritual yang sekalian bapak angkatku memohonku untuk menikah dengan orang yang usianya jauh di atasku, saya cuma menurut saja. Sebab, yang saya tahu, tak ada yang lebih mulia dari membalas kebaikan bapak angkatku yang konon-menurut narasi sebagian tetangga-sudah memungutku dari tempat sampah. 

Saya anak buangan! Serta itu makin kuyakini, lantaran dengan cara fisik/lahiriah saya begitu tidak sama dengan ayah-ibu (yang wafat waktu usiaku 14 th.) atau saudara angkat perempuanku yang satu-satunya. Mereka berkulit coklat sawo masak, memiliki rambut ikal, sedang saya berkulit putih, rambut yang lurus serta legam. Hidungku mancung, bibirku mungil, agak oriental. Apabila saya mematut di depan cermin, terkadang saya terasa layak apabila jadi gadis sampul yang disuka beberapa orang. 

Tetapi, kesederhanaan keluarga angkatku, baik dalam soal berpikir serta bergaya hidup, melenyapkan mimpi-mimpiku sebagi gadis remaja yang waktu itu masihlah berumur lima belas th.. Saya disekolahkan di satu pondok pesantren yang masihlah tradisional. Serta malah di situlah pada akhirnya petaka hidupku bermula. 

Mungkin saja lantaran tampak menonjol, cerdas, serta kata beberapa orang berparas cantik, saya jadi banyak incaran lelaki. Tidak cuma pemuda desa atau beberapa santri di pesantren putra, sebagian pengajarkupun nyatanya jatuh hati padaku. Ada yang malu-malu mengemukakan salam, ada yang kirim surat cinta, ada yang iseng-iseng menggoda, tetapi semuanya tidak saya hiraukan. Cuma satu yang ada di fikiranku, saya mesti selekasnya lulus dari pesantren, lantas kerja untuk menolong orang-tua. 

Tetapi, sungguh diluar sangkaan, di antara banyak lelaki yang naksir padaku, nyatanya Pak E, yang memiliki yayasan pesantren, yang dapat 'memenangkan' saya. Lelaki yang umurnya satu tahun lebih lebih tua dari ayahku itu melamarku pas saat usiaku masuk 17 th.!! Walau sebenarnya, setahuku, dia telah mempunyai dua istri. Ironisnya bapak angkatku tidak dapat berbuat apa-apa, dia terima saja lamaran itu sesudah saya sendiri tidak tega untuk menampiknya, sebagai sinyal balas budi. 

Jadilah saya istri ketiga pak E. Sungguh, tidak pernah saya pikirkan apabila pada akhirnya saya mesti menyerahkan keperawananku pada lelaki yang lebih layak jadi ayahku! Demikian sakit, sakit dibagian kewanitaanku juga sakit didalam hatiku! Terlebih, nyatanya Pak E itu begitu ganas, seperti binatang buas waktu memperlakukan saya sebagai istrinya diatas tempat tidur. Saya tidak tahu, apakah itu yang diberi nama psikopat, atau hyper, atau apalah. Yang pasti, mulai sejak awal jadi istrinya sampai tiga bln. lalu, saya tidak gantinya seperti budak nafsu yang setiap waktu mesti melayani dia, tidak pandang tempat maupun saat.

Namun saya coba senantiasa bertahan dengan semuanya, terutama saya tidak ingin melukai perasaan bapak angkatku. Sampai satu hari, tak tahu lantaran mencium gelagat yg tidak baik dari kehidupan perkawinanku, ayahku jadi sakit-sakitan. Berkali-kali dia ajukan pertanyaan padaku apakah saya betul-betul bahagia dengan perkawinanku, saya senantiasa menjawabnya bahagia. Saya tidak ingin memberi berat fikirnya, tetapi nyatanya itupun tidak bikin dia yakin. Dia selalu jelas mengakui begitu kecewa serta menyesal sudah menikahkan saya dengan Pak E.. serta itu disibakkannya pas sebelumnya maut menjemputnya!! 

Demikianlah, satu minggu sesudah wafatnya bapak angkatku, mendadak Pak E, tanpa ada argumen yang pasti menalak cerai saya. Harusnya saya bersukur karena itu, lantaran saya sudah bebas.. Namun nyatanya tak sesederhana itu. Saya demikian bodoh, polos, tidak tahu, tidak tahu apa-apa serta siapa-siapa untuk ajukan pertanyaan, sampai saya menurut saja saat Pak E lalu menyerahkan saya pada R, seseorang lelaki yang konon masihlah ada jalinan saudara dengan Pak E. 

Dari R, saya diberitahu apabila ada orang yang menginginkan menjumpai saya di satu wisma di kota S. Dia, kata R, yaitu orang utama. Apabila saya ingin menemuinya untuk satu wawancara, serta orang utama ini sukai dengan akhirnya, saya bakal memperoleh pekerjaan. Seperti kerbau, saya menurut saja. demikian lama di kampung, di pondok, betul-betul sudah bikin saya jadi super kuper! 

Serta benar saja. Di satu kamar, sudah menanti seseorang lelaki kurang lebih berusia 50-an serta seseorang lagi yang membawa satu buku, kitab, atau entahlah. Sesudah terlibat perbincangan sesaat, R pergi serta saya ditinggalkan dengan ke-2 lelaki itu. Jantungku berdetak keras, saat pandangan mata lelaki yang satu demikian menyala, bernafsu serta seperti harimau yang siap menerkamku. Walau sebenarnya, waktu itu, saya tak berhias serta ada jilbab longgar yang tutup rapat badanku. Saya tidak pernah ajukan pertanyaan, bahkan juga seperti dihipnotis, saat mendadak saya disuruh duduk bersanding dengan lelaki tua itu, serta semestinya acara ijab kabul, saya dinikahkan oleh seseorang yang satunya lagi. 

Sahlah kami berdua sebagai suami istri!!! Walau sebenarnya, sungguh, hingga sekarangpun saya tidak mengetahui 'si orang utama' itu. Dia lampiaskan semuanya keinginannya malam itu, sesudah sang penghulu meninggalkan ruangan kamar itu. Dia meraba, mencium, mengendus, menjilat, menjamah semua sisi badanku, tanpa ada saya berdaya... Dia perlakukan saya sesukanya malam itu sampai pada akhirnya dia tampak senang serta rebah mendengkur seperti seeekor beruang hilang ingatan! Anehnya, saya seperti betul-betul terhipnotis serta tidak berdaya apa-apa!! 

Saya tidak dapat berbuat apa-apa. Saya cuma terasa malu.. malu pada diriku sendiri serta jadi mengharapkan tak ada seseorangpun yang tahu permasalahan ini. Tak tahu lantaran lelah atau apa, pada akhirnya, tanpa ada sadar akupun tertidur.. atau pingsan.. entahlah. Serta duh, waktu kubuka mata, kembali tlah kutemukan makhluk mengerikan itu diatas badanku yang juga sudah tidak lagi menggunakan selembar benang. Saya menginginkan menjerit, menginginkan muntah dengan bau keringatnya, tetapi kesakitanku malah membuatnya makin.... 

Sudahlah, itu saat yang memalukan, sekalian mengerikan. Toh paginya, dengan entengnya dia mengatakan 'kuceraikan' anda, lantaran di terasa seperti menekuni mayat hidup waktu bercinta denganku!! Apa peduliku??? Bahkan juga, saya meninggalkan segepok duit yang dia tempatkan diatas kasur. Walau saya tahu, derajatku saat ini tidak kian lebih seseorang pelacur! 

Akupun menggelandang tidak pasti arah, saat mendadak ada inspirasi untuk jadi TKI terbersit. Namun apalah daya, hidup tanpa ada jati diri, dokumen pribadi apa pun di tangan, seperti hidup di awang-awang. Semuanya dokumen, surat-surat jati diriku ada di tangan Pak E.. serta haram najis bagiku untuk kembali menemuinya!! Saya cuma dapat tepekur, terdiam.. walau sungguh, saya tidak menangis.. 

Saat saya termenung di satu portal di depan satu masjid itu saya bersua dengan G yang baru saja kelar sembahyang Ashar. Lelaki yang demikian umum. Setelah berteman, basa-basi sebentar, kamipun ikut serta pembicaraan.. Oh rupanya di seorang wartawan! Mendadak saya takut.. kuatir salah omong, nantinya aibku terbongkar, terpajang di koran!! Karena itu saya berusaha semaksimal mungkin saja saja untuk berbohong. Saya katakan datang dari kota J dan kehilangan semua surat bernilai termasuk dompetku waktu perjalanan menuju kota Jkt. G, nampaknya meyakini saja. Mungkin saja saja karena saksikan parasku yang innocent. 

Dia lalu mengajakku ke rumah kakaknya yang janda, IR dan diinapkan sebentar di sana. Dan G sendiri, kenyataannya sudah beristri serta memiliki seorang anak lelaki yang masih tetap kecil. Ya sudahlah, tidak ada punya niat, saya telah dipertemukan dengan dewa penolongku, bahkan selanjutnya, seiring berjalannya waktu, saya telah jadi sahabat untuk mbak IR. Kami berdua, nampaknya cukup kompak, sampai, walaupun saya cobalah memposisikan diri sebagai pembantu (yang terima bayaran tiap-tiap bln.), namun mbak IR memperlakukan saya seperti saudara. Bahkan dia tampak lebih lebih 'menyayangiku' daripada dengan adik iparnya sendiri, istri G yang juga sudah kenal dekat denganku. 

Tersebut masalahnya. Saya tidak bisa memungkiri, mulai jatuh cinta dengan G yang sekian baik, sopan, perhatian, dan mengajarkan saya pada banyak hal, pengetahuan serta pengetahuan yang lebih dahulu demikian pemula bagiku. Dia lelaki yang baik, pintar, dan tampak demikian bertanggungjawab pada keluarganya. Saya benar-benar jatuh cinta dibuatnya. Dan nampaknya, cintakupun tidak bertepuk samping tangan. G kenyataannya rasakan hal yang sama. Saya ketahui demikian Anda tentunya bakal menyumpahserapahi saya, tetapi apa yang bisa kulakukan waktu hasrat dalam hati ini tak terbendung? 

Pernah satu kali, kami keduanya sama ikut serta pembicaraan, berpelukan, bertangisan, tidak paham apa yang butuh kami berbuat. Hingga selanjutnya, kembali ke kesalahan fatal itu terulang! Saya sekian bodoh, naif, lemah iman, sampai tidak ada sadar saya dan G kerjakan perbuatan terlarang itu, berulang-kali di rumah mbak IR! Ya Tuhan... apa yang telah saya lakukan, kenyataannya saya memang telah melabelkan diriku jadi seorang pelacur!! Saya sekian buta oleh cinta.. Dan hingga saat ini, saya masih tetap saja tidak paham apa yang butuh saya lakukan untuk menebus semuanya.. Melegalkan hubungan kami, menjauh dari kehidupan G, atau melanjutkan semua keadaan ini.. seperti ada... 

Saya ketahui, saya berdosa, saya bersalah, tetapi tak bolehkah saya terima satu risalah..???

Kisah Nyata Terlantarkan Mantan Istri Akhirnya Sang Suami Menyesal

Unknown

Menyesal Telah Terlantarkan Mantan Istri

                                                               Gambar Kisah Nyata

Menyesal Telah Terlantarkan Mantan Istri

Cerita Penyesalan dari Seseorang Suami pada Bekas Istrinya. " cerita Ini mungkin saja pelajaran untuk beberapa pasangan yang masihlah saja memprioritaskan nafsu amarah serta emosi pada tiap-tiap masalah rumah tangga yang dihadapi ". 

Apabila ingin jujur.. sesungguhnya saya masihlah begitu mencintainya, wanita yang dahulu pernah mengucap janji setia di depan altar pernikahan denganku. Sebut saja dia Jasmine. Tetapi nasi telah jadi bubur. Diatas rasa cintanya yang masihlah kuyakini tetaplah berpijar di hatinya, Jasmine rupanya terlanjur sakit hati, geram, serta selalu berupaya buang tiap-tiap serpihan masa lalu yang telah jadi abu akibat terbakar rasa cemburu butaku di saat lantas!! 

Terlebih sesudah saya menikah dengan Atika (nama samaran), wanita yang sejak dari awal mulanya saya perkenalkan pada Jasmine sebagai teman dekat dekatku. Perasaan tidak suka yang seolah-olah sudah menolong itu siap terlempar ke arahku setiap saat. Seakan-akan dia menginginkan sekali tunjukkan siapa sipengkhianat yang sesungguhnya... Akukah itu?? Entahlah, mungkin saja iya.. 

Yang pasti, waktu itu saya memang sungguh-sungguh terbakar api cemburu. Sesudah sekian kali memergoki sms mesra di hape Jasmine dari seorang yang bernama Edo (sebut saja demikian), saya harus juga melihat seseorang pria perlente yang tengah jalan keluar beriringan dengan istriku dari kantornya, siang itu. Saya tidak tahu, ingin kemana mereka. Lantaran sebelumnya masuk mobil warna silver yang rupanya punya pria itu, saya telah menghadangnya lebih dahulu. 

Kutarik tangan istriku, kupaksa dia pulang denganku. Saya tidak peduli dengan kilat mata ajukan pertanyaan dari beberapa orang yang ada disana. Bahkan juga dan merta saya berteriak, kalau saya suami Jasmine pada lelaki yang kelihatannya coba menerangkan suatu hal kepadaku. Saya tak perduli!!! 

Sesampai dirumah, kutampar Jasmine. Saya tidak menginginkan mendengar kalimat apa pun darinya. Termasuk juga beberapa ribu kalimat yang menyampaikan apabila saya salah pengertian. Saya tidak perduli. Sumpah serapah, teriakan, amarah yang sepanjang hari kupendam, kutumpahkan semuanya. Lihat saya yang bak 'kesetanan', Jasmine pada akhirnya terdiam serta cuma menangis. Lantaran makin dia bicara, makin saya bakal memberondongnya dengan kalimat sinis serta makian. Tak tahu setan mana yang merasukiku. Hatiku demikian terbakar... 

Bahkan juga, tanpa ada sadar, saya menyampaikan bakal menceraikan dia serta menyuruhnya pilih pria itu!!! Duh.. apa yang sudah saya kerjakan?? Astaghfirullah.. apa yang sudah kukatakan?? Sesaat, saya sendiri terasa kaget dengan kalimat kasar dari mulutku. Namun ego lelakiku, seolah-olah berusaha tidak untuk terlihat bersalah atas sikapku itu. Jasmine sendiri kulihat tertegun dengan kalimatku. Tetapi, saya sendiri tak mengira apabila pada akhirnya dia bakal menyampaikan itu. Dia menantangku untuk menceraikan dia dengan cara hukum serta menyatakan kalau mulai hari itu, dia telah bukanlah lagi istrinya. Lantaran saya (walau tanpa ada sadar) sudah menalak dia!! 

Saya tercekat. Tetapi, sekali lagi, api yang terlanjur membakar emosiku makin berkobar oleh pernyataan itu. " Makin saya tahu, memanglah itu yang anda mencari. Begitu kau bakal dapat bebas terkait dengan lelaki itu!!! " tuduhku membabi buta. 

 " Terserah, apa yang anda katakan, saya tak perduli. Saya telah bukanlah istrimu lagi. Nantinya anda bakal mengerti serta menyesal dengan tindakanmu hari ini. Anda bakal menyesal lantaran anda sudah lakukan kekeliruan besar dengan fitnahan yg tidak manusiawi ini!!! " teriak Jasmine histeris. 

Tersebut yang kuingat bebrapa waktu paling akhir kebersamaanku dengan Jasmine sebagai sepasang suami istri. Cemburu itu betul-betul sudah menelan semua.. kasih sayang, cinta, kesetiaan, indahnya hari-hari kami sepanjang lima th. melakukan bahtera rumah tangga serta dikaruniai seseorang anak lelaki kecil, sebut saja namanya Happy. Serta pada akhirnya mesti saya akui semuanya kebenaran yang disebutkan Jasmine sesudah dia betul-betul pergi dari kehidupanku. Sesudah dia betul-betul meninggalkan tempat tinggal yang kami bangun serta tata berbarengan untuk kembali pada kota kelahirannya. Sesudah dia betul-betul sudah menukar rasa kasih sayang, cinta serta kesetiaannya dengan kebencian, sakit hati yang mendalam kepadaku.. 

Bahkan juga mungkin saja atas basic ketidaksukaannya juga kepadaku, dia juga menukar lagi keimanannya.. kembali pada pada apa yang diyakininya yang dahulu, kepercayaan yang dia anut sebelumnya dia jadi mualaf sebentar sebelumnya menikah denganku. Berikut yang paling membuatku terasa bersalah, terkecuali kekeliruan lain, yaitu membiarkan dia jadi single parent untuk putri keduaku yang lahir enam bln. setelah perceraiannya denganku!! Berarti, saat bercerai denganku, Jasmine tengah mengandung dua bln... serta saya tak tahu.

Walau saya cemburu dengan pria lain, namun kata hati serta keyakinanku mengaku bila putri kecil itu anakku, anak kami. Terlebih sesudah dia lahir, satu kali saya pernah bertandang ke tempat tinggal Jasmine dengan dalih menginginkan berjumpa Happy, serta saya lihat demikian banyak kemiripan fisik putri kecil itu denganku. Matanya, hidungnya, semua seperti lihat sendiri sosok kecilku dahulu. Namun setiap kali juga Jasmine menyampaikan apabila itu yaitu 'putri haram' nya dengan pria lain. Bahkan juga dia melarangku untuk menyentuh balita cantik yang dia berikan nama semestinya nama baptis 'Angel' (bukanlah nama sesungguhnya).. Duh.. 

Apakah benar dia 'putri haram' Jasmine dengan pria itu..?? Namun kenapa sampai hari inipun, Jasmine tak pernah lagi tampak dengan pria lain, termasuk juga pria yang kucemburui itu? Saya tidak menginginkan ajukan pertanyaan. Lantaran pertanyaan apa pun mengenai masalalu yang mengingatkan dia pada saat pertikaian hebat kami itu, bakal membuatnya diam membisu. Jasmine bahkan juga cuma tersenyum sinis pada saat saya ungkapkan penyesalanku.. 

Saya tahu diri. Terlebih, cuma selang sebagian bln. sesudah perceraian itu, bukanlah Jasmine yang menikah dengan pia itu, namun nyatanya jadi saya yang menikah dengan Atika, wanita yang sampai kini saya kenalkan pada Jasmine sebagai teman dekat dekatku di kantor. Ya, awalannya, kami memanglah teman dekat dekat, Atika yang masihlah single di usianya yang telah kepala tiga kerap sharing padaku. Sharing yang mengundang simpati kelakianku, terlebih semakin lama saya rasakan apabila dia tertarik bahkan juga jatuh cinta padaku. Tak tahu basic apa, mungkin saja lantaran masihlah ada bekas amarah, hasrat 'membalas dendam' atas perlakuan jasmine... atau mungkin saja untuk penuhi keinginan lelakiku sesudah demikian lama tidak tersentuh wanita.. saya nekad menikah dengan Atika. 

Namun nyatanya, saya tidak dapat menipu sendiri. Saya nyatanya masihlah menyukai Jasmine. Makin hari, bukannya makin hilang, jadi makin jadi. Terlebih apabila mengingat sikapku yg tidak adil, yg tidak memberi peluang sekalipun pada Jasmine untuk menerangkan masalahnya waktu itu. Siapa tahu, Jasmine memanglah benar.. Entahlah, lantaran sesudah resmi bercerai, tak pernah ada kontak lagi.. 
Saya baru tahu kondisi Jasmine, malah sesudah menikah dengan Atika. Rasa rindu serta penasaran yg tidak dapat kubendung, baik pada Jasmine ataupun Happy, membuatku nekad berkunjung ke Jasmine dirumah orangtuanya di kota S yang dapat kutempuh cuma dengan tiga jam saja. Saya tak perduli. Jikalau nanti suami Jasmine yang baru bakal mengusir atau bahkan juga mengajak duel denganku, saya tidak perduli!!! 

Sesampai di halaman tempat tinggal bekas mertuaku itu, kebetulan kondisi tengah sepi. Rupanya orang-tua Jasmine tengah tak ada dirumah. Di situlah saya lihat bayi kecil itu.. seseorang bayi wanita yang tengah lelap di gendongan Jasmine yang hari itu terlihat tambah lebih cantik serta fresh. 

Hatiku bergemuruh, bukanlah lantaran cemburu atau lihat orang lain didalam sosok kecil itu. Saya seperti tengah bercermin serta memperoleh bayangan muka kecilku di situ. " Jasmine, itu anakku? " tanyaku. Jasmine terlihat terperanjat serta tak mengira kedatanganku. Cepat-cepat dia berusaha menghindari bayi kecil itu dari jangkauanku serta menempatkannya di babby box. " Bukanlah. Itu anak haramku. Buat apa anda kesini? " tanyanya sinis. 

Sungguh, saya tidak dapat menahan perasaanku. Saya meyakini, bahkan juga teramat meyakini bila itu anakku. Tak tahu apa yang kufikirkan serta tengah berkecamuk di dadaku.. mendadak saya menginginkan sekali menenggelamkan muka cantik itu di dadaku, seperti beberapa saat dahulu. Saya tidak dapat kuasai diri, dan merta kupeluk wanita di depanku itu. Anehnya, dia cuma meronta sesaat, lantas membiarkan saja bibirku mengecup serta menelusuri muka, bibir, bahkan juga leher jenjangnya. Dia juga membiarkan tanganku lincah menyelusup kedalam gaunnya.. sedetik kemudia mendorongku sampai nyaris terjatuh. " Pergi, pulanglah.. " tuturnya sambil mengatur gaunnya. Berwajah terlihat memerah malu.. atau geram? 

Saya sendiri tidak menganggap dengan peristiwa itu serta cepat-cepat mohon maaf. Jasmine tidak ingin lagi melihatku. Berkali-kali dia mengusirku. " Saya telah bukanlah istrimu. Saya bukanlah istri siapa-siapa. Saya juga tak perlu siapa-siapa. Angel juga tak perlu ayahnya di pernikahannya nantinya. Lantaran dia memeluk kepercayaan yang sama juga dengan keyakinanku yang dahulu. Maaf, saya sangat terpaksa kembali pada keyakinanku dahulu. Di agamaku, Tuhan yang menikahkan dia bukanlah ayahnya.., " tuturnya sambil menyuruhku selekasnya keluar dari tempat tinggal itu. 

Selalu jelas saya kaget dengan semuanya pengakuannya. Namun saya berupaya tahu. Saya terasa jadi lelaki yang sudah tidak berhasil. Saya demikian limbung.. Saya meyakini benar, Angel yaitu anakku.. Serta satu hal yang saya tahu, walau tanpa ada mesti ada penjelasan apa pun, saya tahu kalau Jasmine mempunyai banyak kebenaran yang telah tidak mau lagi dia berikan kepadaku. Lantaran semuanya memanglah telah terlambat!!! 

Agar tak mengundang keributan, akupun sangat terpaksa pulang. Tanpa ada pamitan lantaran Jasmine sudah lebih dahulu tutup pintu sebentar sesudah saya keluar dari tempat tinggal. Tanpa ada pernah ajukan pertanyaan mengenai keadaan Happy yang telah satu tahun lebih kuabaikan... tanpa ada tahu di mana serta tengah apa dia saat saya datang.. Saya betul-betul bimbang, cemas serta kuatir.. 

Serta dalam perjalanan pulang, fikiranku juga masihlah juga melayang pada Atika yang mungkin saja tengah gundah menantiku dirumah. Apa yang perlu kukatakan kepadanya.. apakah saya selalu menyakitinya dengan mengungkap kejujuran atas perasaanku yang masihlah demikian mendalam pada bekas istriku itu? Walau saya tahu.. dia bakal senantiasa terima serta terima. Demikian tahu dengan kondisi psikisku.. seperti janji yang dia ungkapkan waktu mengungkap perasaan cintanya serta ingin jadi istriku sebentar sesudah perceraianku dengan Jasmine waktu itu... Anganku, perasaanku makin kacau lantaran satu hari sebelumnya keberangkatanku ke tempat tinggal Jasmine, Atika menyampaikan telah telat datang bln. sepanjang lima minggu....

Kisah Nyata Yang Mengharukan Seorang Anak Terpaksa Mencopet Demi Ibuknya Yang sakit

Unknown

Mengharukan Seorang Anak Terpaksa Mencopet Demi Ibuknya Yang sakit

                                                              Gambar Kisah Nyata

Mengharukan Seorang Anak Terpaksa Mencopet Demi Ibuknya Yang sakit

Ini Cerita yang Mengharukan, cerita mengenai seseorang Anak yang Mencopet lantaran Ibunya yg tengah Sakit. Cerita mengenai pelajaran hidup, jangan sampai lihat satu masalah dari satu segi yang selanjutnya bakal bikin rangkuman yang tergesa-gesa. Dari tepi kaca nako diantara celah kain tirai, saya lihat anak muda itu mondar-mandir di depan rumah. Matanya berulang-kali lihat ke tempat tinggal saya. Tangannya yang dimasukkan ke saku celana, sesekali mengelap keringat di keningnya. 
Cerita Anak - yang Mengharukan 

Saya pernah lihat anak muda itu di jembatan penyeberangan, tak tahu satu minggu atau dua minggu waktu lalu. Saya pulang beli bumbu kue saat itu. Mendadak diatas jembatan penyeberangan, saya ada yang menabrak, saya nyaris jatuh. Si penabrak yg tidak lain yaitu anak muda yang gelisah serta mondar-mandir di depan tempat tinggal itu, mohon maaf serta bergegas mendahului saya. Saya kesal, terlebih demikian hingga dirumah saya ketahui dompet yang disimpan di kantong plastik, dikumpulkan dengan bumbu kue, sudah raib. 

Dada saya berdebar menyaksikannya. Apa maksud anak muda yang mungkin saja umurnya tidak jauh dengan anak sulung saya yang baru kelas 2 SMU itu? Lihat kelakuannya yang gelisah, bukankah dia miliki maksud jelek dengan keluarga saya? Ingin merampok? Tidakkah saat ini orang merampok tak akan mengetahui saat? Siang hari waktu beberapa orang lalu-lalang juga penodong dapat beraksi, seperti yang banyak dikabarkan koran. Atau dia miliki permasalahan dengan Adhi anak saya? 

Kenakalan remaja sekarang ini tak akan mudah. Tawuran sudah jadikan beberapa puluh remaja wafat. Saya berdoa mudah-mudahan lamunan itu salah semuanya. Namun mengingat momen jelek itu mungkin berlangsung, saya mengunci semua pintu serta jendela tempat tinggal. Dirumah ini, jam sepuluh pagi seperti ini, saya cuma seseorang diri. Kang Dwi, suami saya, ke kantor. Adhi sekolah, Anna yang sekolah sore pergi les Inggris, serta Bi Dian telah satu minggu tak masuk. 
Jadi bila lelaki yang senantiasa memerhatikan tempat tinggal saya itu menodong, saya dapat apa? Pintu pagar tempat tinggal memanglah terbuka. Siapapun dapat masuk. 

Namun kenapa anak muda itu tak juga masuk? Bukankah dia menanti hingga tak ada orang yang memergoki? Saya sedikit lega waktu anak muda itu berdiri di samping tiang telephone. Saya miliki fikiran lain. Mungkin saja dia tengah menanti seorang, pacarnya, rekannya, adiknya, atau siapapun yang janjian untuk berjumpa di tiang telephone itu. Saya memanglah tak harus berburuk kira seperti tadi. Namun dizaman ini, dengan beberapa momen jelek, tenggang rasa yang makin menghilang, bukankah rasa berprasangka buruk tambah baik dari pada lengah? 

Saya masihlah tak beranjak dari persembunyian, diantara kain tirai, di samping kaca nako. Saya masihlah kuatir lantaran anak muda itu sesekali masihlah lihat ke tempat tinggal. Apa tujuannya? Ah, tidakkah beberapa pertanyaan didunia ini yang tak ada jawabannya. 

Terlintas di fikiran saya untuk menelepon tetangga. Namun saya takut jadi ramai. Bisa-bisa masyarakat se-kompleks mendatangi anak muda itu. Iya bila anak itu di tanya-tanya dengan cara baik, cobalah bila belum apa-apa ada yang memukul. 

Mendadak anak muda itu membalikkan tubuh serta masuk ke halaman tempat tinggal. Debaran jantung saya mengencang kembali. Saya memanglah menderita penyakit jantung. Kemauan saya untuk menelepon tetangga telah bulat, namun kaki saya tak dapat mengambil langkah. Terlebih demikian anak muda itu mendekat, saya ingat, saya pernah memandangnya serta miliki pengalaman jelek dengannya. Namun anak muda itu tak lama di teras tempat tinggal. Dia cuma memasukkan suatu hal ke celah diatas pintu serta bergegas pergi. Saya masihlah belum dapat mengambil benda itu lantaran kaki saya masihlah lemas. 

Serta hari ini, anak muda yang gelisah serta si penabrak yang mencopet itu, kembalikan dompet saya melalui celah diatas pintu. Sesudah saya check, duit tiga ratus ribu lebih, cincin emas yang senantiasa saya taruh di dompet apabila melancong, serta surat-surat utama, tak ada yang menyusut. 

Lama saya lihat dompet itu serta melamun. Seperti dalam dongeng. Seseorang anak muda yang gelisah, yang siapa juga saya fikir bakal mencurigainya, dalam kondisi perekonomian yang morat-marit seperti ini, kembalikan duit yang sudah digenggamnya. Tidakkah itu ajaib, seperti dalam dongeng. Atau hidup ini memanglah tidak kian lebih satu dongengan? 

Berbarengan dompet yang dimasukkan ke kantong plastik hitam itu saya temukan surat yang dilipat tak rapi. Saya baca surat yang berhari-hari lalu tak terlepas dari fikiran serta hati saya itu. Berisi seperti ini : 

“Ibu yang baik…, maafkan saya sudah mengambil dompet Ibu. Semula saya ingin kembalikan dompet Ibu saja, namun saya tak miliki tempat untuk mengadu, jadi saya catat surat ini, mudah-mudahan Ibu ingin membacanya. 
Telah tiga bln. saya berhenti sekolah. Ayah saya di-PHK serta tak dapat membayar duit SPP yang berbulan-bulan telah nunggak, beli alat-alat sekolah serta berikan biaya. Lantaran kekuatan keluarga yang minim itu saya memikirkan tak apa-apa saya sekolah hingga kelas 2 STM saja. Namun yang bikin saya sakit hati, Ayah lalu kerap mabuk serta judi buntut yang beredar sembunyi-sembunyi itu. 
Adik saya yang tiga orang, semua keluar sekolah. Emak berjualan goreng-gorengan yang dititipkan di warung-warung. Adik-adik saya menolong mengantarkannya. Saya berjualan koran, membantu-bantu untuk beli beras. 
Saya sadar, bila kondisi seperti ini, saya mesti berjuang lebih keras. Saya ingin mengerjakannya. Dari pagi hingga malam saya bekerja. Tak saja jualan koran, saya juga menolong nyuci piring di warung nasi serta terkadang (sembari hiburan) saya ngamen. Namun duit yang pas-pasan itu (Emak kerap tidak berhasil belajar menabung serta saya maklum), masihlah disuruh Ayah untuk menempatkan judi kupon gelap. Bilangnya kelak juga ditukar bila angka tebakannya pas. Sampai kini belum pernah tebakan Ayah pas. Lagi juga Emak yang patuh melaksanakan ibadah itu akan tidak ingin terima duit dari hasil judi, saya meyakini itu. 
Saat Ayah makin kerap memohon duit pada Emak, terkadang sembari sebagian geram serta memukul, saya tak kuat untuk diam. Saya mengusir Ayah. Serta demikian Ayah memukul, saya membalasnya hingga Ayah terjatuh-jatuh. Emak memarahi saya sebagai anak laknat. Saya sakit hati. Saya bingung. Harus bagaimana saya? 
Waktu Emak sakit serta Ayah makin jadi dengan judi buntutnya, sakit hati saya makin menggumpal, namun saya tidak paham sakit hati oleh siapa. Cuma untuk membawa Emak ke dokter saja saya tak mampu. Ayah yang makin kerap tidur tak tahu dimana, tak peduli. Nyaris saya memukulnya lagi. 
Di jalan, waktu saya jualan koran, saya kerap terasa miliki dendam yang besar namun tidak paham dendam oleh siapa serta lantaran apa. Emak tak dapat ke dokter. Namun orang lain dapat dengan mobil elegan melenggang demikian saja di depan saya, sesekali bertelepon dengan handphone. Serta di seberang stopan itu, di warung jajan bertingkat, beberapa orang keluarkan beberapa ratus ribu untuk sekali makan. 
Jadi kemauan saya, Emak mesti ke dokter. Lantaran dari jualan koran kurang, saya berencana untuk mencopet. Berhari-hari saya ikuti bus kota, namun saya tak pernah berani menggerayangi saku orang. Keringat dingin jadi membasahi pakaian. Saya tidak berhasil jadi pencopet. 
Serta demikian saya lihat beberapa orang berbelanja di toko, saya lihat Ibu memasukkan dompet ke kantong plastik. Jadi saya ikuti Ibu. Diatas jembatan penyeberangan, saya pura-pura menabrak Ibu serta cepat mengambil dompet. Saya senang saat memperoleh duit 300 ribu lebih. 
Saya selekasnya mendatangi Emak serta mengajaknya ke dokter. Namun Ibu…, Emak jadi memandang saya tajam. Dia bertanya, dari tempat mana saya bisa duit. Saya sesungguhnya menginginkan menyampaikan kalau itu tabungan saya, atau meminjam dari rekan. Namun saya tak dapat berbohong. Saya menyampaikan sejujurnya, Emak mengalihkan pandangannya demikian saya usai menceritakan. 
Di pipi keriputnya mengalir butir-butir air. Emak menangis. Ibu…, tak pernah saya rasakan kebingungan seperti ini. Saya menginginkan berteriak. Sekeras-kerasnya. Sepuas-puasnya. Dengan duit 300 ribu lebih sesungguhnya saya dapat makan-makan, mabuk, hura-hura. Tak apa saya jadi pencuri. Tak peduli dengan Ibu, dengan beberapa orang yang kehilangan. Lantaran beberapa orang juga tak peduli pada saya. Namun saya tak dapat mengerjakannya. Saya mesti kembalikan dompet Ibu. Maaf. ”

Surat tanpa ada tanda tangan itu berkali-kali saya baca. Berhari-hari saya mencari-cari anak muda yang bingung serta gelisah itu. Di tiap-tiap stopan tempat beberapa puluh anak-anak berdagang serta mengamen. Dalam bus-bus kota. Di taman-taman. Namun anak muda itu tak pernah terlihat lagi. Siapa saja yang ada di stopan, tak mengetahui anak muda itu saat saya menanyakannya. 

Capek mencari, dibawah pohon rindang, saya membaca serta membaca lagi surat dari pencopet itu. Surat simpel itu bikin saya tak tenang. Ada suatu hal yang memengaruhi fikiran serta perasaan saya. Saya tak akan silau dengan semua kemewahan. Saat Kang Dwi membawa hadiah-hadiah istimewa sepulang kunjungannya ke luar kota, saya tak segembira umumnya. Saya jadi mengusulkan oleh-oleh yang umum saja. 

Kang Dwi serta ke-2 anak saya mungkin saja aneh dengan sikap saya belakangan ini. Namun ingin bagaimana, hati saya tak dapat lagi nikmati kemewahan. Tak ada lagi hasrat saya untuk makan di beberapa tempat yang harga nya beberapa ratus ribu sekali makan, bebrapa pakaian merk populer seharga jutaan, dsb. 

Saya menampiknya walau Kang Dwi katakan tak apa sekali-sekali. Waktu saya lagi th., Kang Dwi tawarkan untuk merayakan dimana saja. Namun saya menginginkan memasak dirumah, bikin makanan, dengan tangan saya sendiri. Serta siangnya, dengan dibantu Bibi Dian, lebih seratus bungkus nasi saya buat. Diantar Kang Dwi serta ke-2 anak saya, nasi-nasi bungkus diberikan pada beberapa pengemis, beberapa pedagang asongan serta pengamen yang banyak di tiap-tiap stopan. 

Di stopan paling akhir yang kami kunjungi, saya mengajak Kang Dwi serta ke-2 anak saya untuk makan berbarengan. Diam-diam air mata mengalir di mata saya. Anna hampiri saya serta katakan, “Mama, saya bangga jadi anak Ibu. ” Serta saya menginginkan jadi Ibu untuk beberapa ribu anak-anak yang lain.

Kisah Nyata Yang Mengharukan Seorang Tukang Sampah Jakarta Sampai Ke London

Unknown

Wilbur Ramirez Seorang Tukang Sampah Jakarta Sampai Ke London

                                                               Gambar Kisah Nyata

Wilbur Ramirez Seorang Tukang Sampah Jakarta Sampai Ke London

Cerita Mengharukan Tukang Sampah Jakarta Disiarkan di BBC London. Laporan tentang cerita tukang sampah Jakarta yang dikatakan sebagai kota dengan perkembangan kota yang cukup cepat didunia disiarkan stasiun tv Inggris BBC 2, Minggu (29/1) malam. Laporan wartawan BBC London berjudul 'Toughest Place to be a binman' memperbandingkan tukang sampah di London serta Jakarta menarik perhatian orang-orang Indonesia tak saja di Inggris namun juga di Brussel serta Amerika Serikat yang dapat melihat tayangan itu lewat BBC Iplayer. 
Cerita Tukang Sampah yang Mengharukan 

Wilbur Ramirez tinggal sepanjang 10 hari dirumah Imam, tukang sampah di Jakarta. Dia coba menghayati kehidupan keseharian Imam. 


Sepanjang satu jam laporan tentang cerita Imam, tukang sampah di Jakarta yang bekerja menghimpun sampah sehari-harinya dengan gerobaknya sesaat dimuka tayangan, tukang sampah dari Inggris Wilbur Ramirez memakai truk serta bekerja dengan dua rekannya. 

Dalam laporan mendalamnya itu, BBC London memperbandingkan bagaimana kerja tukang sampah yang di kenal dengan binman di Inggris dengan tukang sampah di Jakarta yang begitu jauh tidak sama diliat dari beragam sisi bahkan juga kesehatan serta keselamatan. 

Bahkan juga Wilbur Ramirez, bapak dua anak itu juga hidup berbarengan Imam serta keluarganya di perkampungan miskin ditengah tengah kehidupan kota Jakarta yang kaya serta begitu timpang pada yang kaya serta miskin. Wilbur Ramirez, sepanjang 10 hari, ikuti Imam bekerja menghimpun sampah di kota yang dijelaskan sebagai kota yang padat masyarakat serta sampah jadi permasalahan besar. 

 " Anda bekerja dengan siapapun, " bertanya London binman Wilbur Ramirez pada Imam yang dijawab ia bekerja sendiri menghimpun sampah dari tempat tinggal ke tempat tinggal. 


Menangis 
Lihat kehidupan Imam, nyatanya Wilbur kerapkali terasa terharu serta bahkan juga meneteskan air mata. Tidak mungkin dengan upah yg tidak seberapa Imam bisa hidup berbarengan anak serta istrinya walau mereka keduanya sama bekerja sebagai tukang sampah sepanjang lima th.. Dalam laporannya dijelaskan Wilbur juga turut menghimpun sampah serta bahkan juga menjajal mengerjakannya seseorang diri dari tempat tinggal ke tempat tinggal. 

 " Sampah........, " sekian teriak Imam, bapak dua anak ini keseharian menggerakkan aktfitasnya sebagai pengumpul sampah. Wilbur juga tidak bisa membendung air matanya saat bercerita bagaimana kehidupan Imam dengan keluarganya yg tidak tersentuh oleh service kesehatan. 

Dari dunia kesehatan serta keselamatan sadar pengelolaan limbah Inggris, Wilbur juga terasa takjub bagaimana sampah yang menumpuk di Bantargerbang serta dikerumuni oleh beberapa pemulung tanpa ada memerhatikan kesehatan serta keselamatan mereka. 

Di akhir laporan Wilbur yang tidak bisa memikirkan perjalanan kehidupan Imam dengan upah yg tidak seberapa itu temukan kehidupan Imam yang menguasai, serta ketidakberdayaannya untuk merubah kondisinya. Selanjutnya sesudah Wilbur bicara dengan ketua RT yang minta supaya Imam memperoleh kenaikan upah juga bisa dikabulkan

Jadi Pembicaraan di Internet 

Zulindatando Berry Natalegawa menulis di laman Facebook-nya " sediiiiiih banget simak acara di BBC 2 di London hari ini acara seseorang binman London ke Jakarta sharing pengalaman ". 

 " Begitu memalukan sekali kota Jakarta nyatanya begitu kotor serta masihlah terbelakang sekali langkah kerjanya, " tutur istri Berry Natalegawa, kakak Menlu Marty Natalegawa. Menurut Linda, sekian Zulindatando Berry Natalegawa, umum disapa semestinya beberapa petinggi malu melihat acara sebagai perhatian orang-orang di Inggris. 

 " Apa tidak malu? jadi wakil rakyat seenak nikmatnya ambillah duit rakyat apa lagi pemimpin negara yg tidak perduli begitu memalukan, mudah-mudahan Allah bukakan mata serta telinga beberapa pemimpin negara ini, " tutur Linda yang bekerja di Kedutaan Besar Brunei Darussalam di London serta merekam program itu serta bakal membawa ke Jakarta. 

 " Nangis saya nontonnya..... bukanlah nangisin tukang sampah Inggris, namun rakyat kita yang kerja mengais-ngais sampah, " tutur Yanti Hitalessy. Laporan dari BBC itu juga jadi bahan diskusi di laman facebook yang diantaranya dimaksud oleh Lies Parish walau sama berprofesi sebagai tukang sampah atau binmen tetapi pekerjaan serta kehidupan mereka sungguh jauh tidak sama. 

Bahkan juga London binmen juga hingga menangis melihat bagaimana tukang sampah di Jakarta, tutur Lies Parish yang kian lebih 14 th. menetap di Inggris. Hamiyah Panama, ibu Amelie yang pernah menetap di Inggris serta saat ini tinggal di Brussel yang juga melihat tayangan itu mengaku kalau acara betul-betul kontras kehidupan disana, miris. 

Begitu juga yang ditulis Tjatri Dwimunali yang tinggal di Bristol menulis tukang sampah di Inggris yang turut bekerja sebagai tukang sampah di Jakarta juga terasa prihatin bakal nasib tukang sampah di Jakarta, serta bahkan juga kerap menangis lihat kondisi tukang sampah di Jakarta.

Kisah Nyata dan Aneh Seorang Pejabat Kaya Yang Meninggal

Unknown

Jenazah Pejabat Kaya Yang Berbau Busuk 

                                                            Gambar Kisah Nyata

Jenazah Pejabat Kaya Yang Berbau Busuk 

Cerita Aneh Namun Fakta Mengenai Proses Penguburan yang Ganjil yang berlangsung pada seseorang petinggi di satu kota di Jawa Timur. Cerita fakta ini dikisahkan segera oleh seseorang modin (pengurus jenazah) pada Bpkk Wahyudi Wahidin, seseorang teman dekat Ustad Yusuf Mansur. Insya Allah cerita ini bermanfaat Untuk kita semuanya serta Kita dapat mengambil Hikmah dari Cerita Fakta ini sebelumnya ajal menjemput. (Nama serta alamat berniat tak dijelaskan untuk melindungi nama baik jenazah serta keluarga yang ditinggalkan) 

Cerita Aneh Namun Nyata 
Berikut Cerita Fakta namun Aneh tsb sedetailnya : 
 " Saya (modin/pengurus jenazah) telah ikut serta dalam kepengurusan jenazah kian lebih 16 th.. Telah beragam pengalaman sudah saya lewati, sebab dalam kurun saat itu telah berbagai macam type mayat yang saya tangani. Ada yang wafat dunia akibat kecelakaan, sakit di umur tua, sakit jantung, bunuh diri dsb. 

Bagaimanapun, pengalaman mengurusi jenazah seseorang petinggi yang kaya dan punya pengaruh ini, mengakibatkan saya memperoleh peluang paling 'istimewa' di selama hidup saya. Berikut pertama kalinya saya alami peristiwa yang cukup aneh, menyedihkan, menakutkan, serta sekalian memberi banyak hikmah. 

Sebagai modin tetaplah di desa, saya disuruh oleh anak almarhum untuk mengurusi jenazah bapaknya. Saya juga pergi ke tempat tinggalnya. Saat saya tiba dirumah almarhum, tercium bau yang begitu busuk dari jenazah itu. Baunya cukup menjijikan serta bikin perut saya mual. Saya sudah mengurusi banyak jenazah namun baru kesempatan ini saya berjumpa dengan jenazah yang sebusuk ini. 

Saat saya saksikan muka almarhum, saya terasa tersentuh. Saya tengok wajahnya seperti dilanda oleh berbagai macam perasaan pada takut, kuatir, jengkel dan sebagainya. Wajahnya seperti tak memperoleh sinar dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 

Lalu saya juga mengambil kain kafan yang dibeli oleh anak almarhum. Lalu saya memotongnya. Kebetulan, di sana ada dua orang yang pernah saya sampaikan saat mereka ikuti pelatihan kepengurusan jenazah. Saya ajak mereka menolong saya serta mereka juga sepakat. 

Namun sepanjang memandikan mayat itu, peristiwa yang aneh juga berlangsung. Jika memandikan jenazah, badan mayat itu butuh dibangunkan sedikit lalu perutnya diurut-urut untuk keluarkan kotoran yang tersisa dalam badannya. Jadi saya juga mengurut-urut perut almarhum. Tetapi apa yang berlangsung pada hari itu begitu mengagetkan. 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala tunjukkan kekuasaannya pada hari itu, lantaran kotoran tak keluar dari dubur jenazah tetapi lewat mulutnya. Hati saya berdebar-debar. “Apa yang tengah berlangsung ini? ”, saya juga bertanya-tanya. Sudah 2 x mulut mayat ini memuntahkan kotoran, saya mengharapkan hal semacam itu tak terulang lagi. Lantas saya mengurut perutnya untuk ketiga kalinya. Mendadak ketetapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala berlaku kembali, saat saya urut perutnya, keluarlah dari mulut mayat itu kotoran berbarengan sebagian ekor ulat yang masihlah hidup. Ulat itu seperti belatung. 

Walau sebenarnya almarhum wafat dunia akibat serangan jantung serta saat kematiannya dalam tempo yang demikian singkat. Tetapi kenapa mayatnya telah jadi sedemikian rupa? Saya cermati muka anak almarhum. Mereka tampak terperanjat, mungkin saja malu, karena apa yang berlangsung pada bapaknya. Lalu saya melihat ke dua orang yang menolong saya tadi, mereka juga terperanjat serta cemas. Saya katakan pada mereka : “Ini yaitu ujian dari Allah pada kita! ” Lalu saya minta salah seseorang yang menolong saya tadi untuk pergi memanggil semuanya anak almarhum.

Almarhum sesungguhnya yaitu orang yang mujur lantaran memiliki tujuh orang anak, semua lelaki. Seseorang ada diluar negeri serta enam lagi ada dirumah. Saat semuanya anak almarhum masuk, saya nasehati mereka. Saya mengingatkan mereka kalau tanggung jawab saya yaitu menolong mengurusi jenazah ayah mereka, bukanlah mengurusi semua. Tanggung jawab bekasnya dipakai pada pakar warisnya. Sepatutnya sebagai anak, mereka yang lebih afdhal mengurusi jenazah ayah mereka, jadi tidak cuma imam, bilal, atau guru saja yang mengurusinya. 

Saya lalu memohon izin dan pertolongan mereka untuk menunggingkan jenazah itu. Takdir Allah kembali berlaku. Saat ditunggingkan jenazah itu, mendadak keluarlah ulat-ulat yang masihlah hidup, nyaris sebaskom banyak, sesaat baskom itu ukurannya kurang lebih semakin besar sedikit dari tudung saji meja makan. Allahuakbar, situasi jadi makin menegangkan. Betul-betul peristiwa yang susah di terima akal sehat kita. Saya selalu berdo’a serta mengharapkan tak berlangsung peristiwa yang lebih jelek. 

Sesudahnya saya memandikan kembali almarhum serta saya wudhukan. Saya memohon kain kafan pada anak-anaknya. Saya bawa jenazah almarhum kedalam kamarnya serta tak saya ijinkan seseorang juga lihat prosesi itu terkecuali pakar waris yang dekat lantaran saya takut peristiwa yang lebih jelek bakal berlangsung. 

Momen yang berlangsung sesudah jenazah diangkat ke kamar serta akan dikafani juga ganjil. Saat jenazah ini ditempatkan diatas kain kafan, saya saksikan kain kafan itu cuma cukup menutupi ujung kepala atau kakinya saja. Jika kain kafan itu ditarik menutupi kepalanya, jadi kakinya tampak, demikian halnya demikian sebaliknya. Jadi saya tak dapat mengikat kepala atau kakinya. Kain kafan itu seperti tidak ingin terima mayat tadi. Tak mengapalah, mungkin saja saya yang salah mengukur disaat memotongnya Lantas saya juga mengambil kain yang lain, saya potong, serta disambungkan dengan kafan tadi supaya dapat menutupi kaki jenazah. Memanglah kain kafan jenazah itu jadi sambung-menyambung, namun apa ingin dikata, tersebut yang dapat saya kerjakan. 

Lantas saya berdo’a pada Allah, “Ya Allah, janganlah kau hinakan jenazah ini ya Allah, cukup sebagai peringatan pada hamba-Mu ini. ” 

Setelah saya berikan taklimat mengenai shalat jenazah tadi, satu lagi permasalahan muncul, yakni jenazah tidak bisa diantar ke tanah pekuburan lantaran tak ada mobil jenazah ataupun ambulans. Saya hubungi kelurahan, pusat Islam, masjid, dsb, namun tetaplah tak ada jalan keluar. Semuanya mobil tengah terpakai, sebagian tempat itu juga tak miliki kereta jenazah kian lebih satu lantaran semuanya kereta juga tengah dipakai. Saya fikir hal semacam ini bukan hanya kebetulan. 

Dalam kondisi susah itu seseorang lelaki nampak tawarkan pertolongan. Lelaki itu memohon saya menanti sebentar supaya dia dapat keluarkan mobil van dari garasi tempat tinggalnya. Lalu nampaklah satu van. Namun saat dia tengah mencari tempat untuk memarkir vannya itu dirumah almarhum, mendadak istrinya keluar. Dengan nada yang tegas dia berkata dihadapan beberapa orang yang ada : “Mas, saya tak ijinkan mobil kita ini dipakai untuk mengangkat jenazah itu, sebab semasa hidupnya dia tak pernah mengizinkan kita naik mobilnya. ” Jadi saya menyuruh lelaki yang miliki van itu untuk membawa kembali vannya. 

Selepas itu nampak juga seseorang lelaki lain yang tawarkan bantuannya. Lelaki itu mengakui sebagai murid saya. Dia memohon izin pada saya untuk mengambil serta bersihkan mobilnya sepanjang kurang lebih 10-15 menit. Pada akhirnya, nampaklah mobil itu, namun dalam kondisi basah setelah dicuci. Mobil itu sesungguhnya satu lori. Serta lori itu sesungguhnya dipakai oleh lelaki tadi untuk jual ayam ke pasar. 

Pada akhirnya jenazah almarhum juga diangkut memakai lori itu diikuti rombongan pengiring jenazah. Dalam perjalanan menuju lokasi pemakaman, saya berpesan pada dua orang yang menolong saya tadi supaya orang-orang tak perlu menolong kami menguburkan jenazah, cukup tinggal di kamp saja. Hal semacam ini karena saya tidak ingin mereka lihat momen yang ganjil lagi.

Rupanya apa yang saya takutkan berlaku sekali lagi, takdir Allah yang paling akhir merasa sangat memilukan. Sesampainya Jenazah tiba di tanah pekuburan, saya perintahkan tiga orang anaknya untuk turun kedalam liang kubur serta tiga orang lagi turunkan jenazah dari atas. Allah Subhanahu Wa Ta'ala Maha berkehendak atas semuanya makhluk ciptaan-Nya! Waktu jenazah itu menyentuh tanah liang kubur, mendadak air hitam yang busuk baunya keluar dari celah tanah yang awal mulanya kering. Hari itu tak ada hujan, namun dari tempat mana air itu nampak? Saya juga tidak paham jawabannya. 

Lantas saya tujukan anak almarhum untuk memasukkan jenazah ayah mereka didalam keranda dengan hati-hati lantaran saya takut kelak ia terlentang atau telungkup, na'udzubillah. Bila mayat terlungkup, jadi tidak ada harapan untuk memperoleh syafa’at Nabi. Papan keranda juga di turunkan perlahan-lahan serta kami selekasnya menumpuk pendam itu dengan tanah. Sesudahnya kami injak-injak tanah itu agar padat apabila hujan ia tak longsor ke bawah. 


Namun sungguh mengherankan, saya cermati tanah yang diinjak itu jadi becek. Saya ketahui, jenazah yang ada didalam tentu terbenam oleh air hitam yang busuk itu. Lihat kondisi itu, saya tujukan anak-anak almarhum agar berhenti mencapai tanah itu serta meninggalkan lubang pendam sedalam 1/4 mtr.. Jadi kuburan itu tak ditimbun sampai ke permukaan lubangnya, jadi seperti ada lubangnya. Bukan sekedar itu, saat saya akan membaca talqin, saya lihat tanah yang diinjak itu ada resapan airnya. Masya Allah, momen seperti ini dapat berlangsung. Lihat kondisi ini, saya mengambil keputusan untuk merampungkan penguburan secepat mungkin saja. 

Mulai sejak lama kerjakan penguburan jenazah, berikut mayat yang saya tak bacakan talqin. Jadi saya bacakan tahlil serta do’a yang paling ringkas. Lalu saya kembali pada tempat tinggal almarhum serta menghimpun keluarganya. Saya ajukan pertanyaan pada istri almarhum, apakah yang sudah dikerjakan oleh almarhum semasa hidupnya. 

Sempatkah dia pernah menzalimi orang? 
Sempatkah dia memperoleh harta dengan jalan yang haram seperti merampas, menipu, riba, atau mengambil yang bukanlah haknya? 
Sempatkah dia mengonsumsi harta masjid atau anak yatim? 
Sempatkah dia menyalahgunakan jabatan untuk kebutuhan pribadi? 
Atau apakah dia tak pernah berzakat, bersedekah, atau infaq? 

Istri almarhum tidak bisa memberi jawabannya. Saya rasa mungkin saja dia malu untuk memberitahu. Lantas saya juga memberi nomer telephone tempat tinggal saya pada mereka serta pamit untuk beranjak dari sana. Tetapi sedihnya, sampai saat ini, tak seseorang juga anak almarhum yang menghubungi saya. 

Sebatas tahu saja, anak almarhum adalah orang yang berpendidikan tinggi. Jadi ada diantara anak almarhum yang beristrikan orang Amerika, anak yang lain bisa istri orang Australia, serta seseorang lagi beristri orang Jepang. 

Momen ini bakal tetaplah saya ingat. Ini yaitu cerita riil yang saya alami. Semuanya kebenaran saya kembalikan pada Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang memiliki langit serta bumi. 

Tanyakanlah pada diri kita semasing, apakah kita inginkan momen itu berlangsung pada diri kita, ibu kita, ayah kita, anak kita, atau keluarga kita.? Mudah-mudahan akhir hidup kita semuanya dalam kondisi khusnul khatimah. Aamiin Yaa Rabbal'aalamiin. 
Tersebut pengalaman yang dihadapi oleh seseorang modin (pengurus jenazah). Mudah-mudahan ini mungkin saja renungan untuk kita semuanya yang masihlah hidup. Mudah-mudahan berguna. 
tersebut Cerita Riil yang Aneh yang Berlangsung pada Seseorang Petinggi kaya di jawa timur

Coprights @ 2016, Blogger Templates Designed By Templateism | Templatelib